Adanya kebijakan pemberlakuan wajib sertifikasi halal, sejak berlakunya Undang Undang No 33/ 2014 Tentang Pelaksanaan Jaminan Produk Halal. Kementerian Koperasi dan UKM terus mempercepat proses sertifikasi halal produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk itu, harus ada percepatan dalam proses pendaftaran, pemberlakuan tarif dan kemudahan akses layanan, melalui digitalisasi agar dapat menyentuh pelaku UMKM di seluruh pelosok Tanah Air.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil, di Jakarta, Kamis (13/8).

Masih kata Teten, momentum kerja sama tersebut merupakan salah bentuk keberpihakan pemerintah, dalam menjawab tantangan tersebut. “Ya  dukungannya berupa pendampingan untuk memberikan kemudahan dalam fasilitasi sertifikasi halal,” ujarnya.

Selanjutnya imbuh Teten, perlakuan tarif khusus afirmasi Rp0 (nol rupiah) dengan kriteria omset di bawah Rp1miliar. Hasilnya menurut dia, pihaknya sejak 2015-2019 telah memfasilitasi sebanyak 766 UMKM. “Dengan adanya sertifikat halal itu memberikan dampak rata-rata setiap UMKM mengalami kenaikan omset usaha sebesar 8,53% setelah difasilitasi sertifikat halal,” tandasnya lagi.

Selain itu, dalam rangka mendukung gerakan kampanye nasional #BANGGABUATANINDONESIA, Kemenkop dan UKM juga berperan aktif mendorong percepatan, dengan melakukan beberapa langkah. Diantaranya, sudah terjalin kerja sama dengan LPPOM-MUI Pusat, sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada 23 Maret 2020, hingga melaksanakan program fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal produk UMKM.

Menurut Teten, kerja sama ini diharapkan memperkuat ketahanan UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan menciptakan efisiensi biaya. Terutama dari sisi risiko terhadap kehalalan dan jaminan mutu, kesehatan, keamanan dan keselamatan. “Khususnya mempercepat kesiapan UMKM mengakses pasar pengadaan barang/jasa ke LKPP maupun akses pasar lainnya,” jelasnya lagi.

Kemudian Teten juga berharap, kolaborasi antar K/L akan terus berlanjut untuk kemajuan UMKM agar mampu bertahan dan merajai pasar lokal maupun global di tengah pandemi Covid-19. “Mari bersama-sama kita mempromosikan dan mengangkat gerakan Beli Produk Lokal, KUMKM Tumbuh,” pungkasnya