Pemerintah mengharapkan pada masa pandemi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat berpindah ke platform online atau dalam jaringan (daring) agar lebih aman dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Bahkan menurut Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Informasi dan Informatika (Kemenkominfo) Seotriana Tangkary, UMKM  juga dapat meningkatkan kualitasnya melalui tahap awal  on-boarding, kemudian active selling, dilanjutkan dengan scaling up the business, dan terakhir diharapkan mampu go  international.

“Sampai saat ini, melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia terhitung sudah 3.246.775 UMKM yang telah berpindah ke ruang digital,” ujar Septriana melalui keterangan tertulis di Jakarta (9/12).

Jumlah tersebut lanjut dia, melebihi ekspestasi karena awalnya target Desember 2020 adalah 2 juta UMKM yang on boarding. Jadi luar biasa pertambahannya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Zainal Arifin Hasibuan mengungkapkan, beberapa hal yang dapat meningkatkan UMKM, khususnya dalam pemasaran produk untuk meningkatkan omset penjualan. “Antara lain, melalui invovasi produk, mempertemukan produsen dan konsumen, pembuatan.nilai tambah, mengelola pelanggan, mengelola supply chain, dan perluasan pasar,” kata Zainal Hasibuan dalam Webinar DigiTalk bertema “Membawa Semangat Hari Nusantara 2020 Menuju UMKM Hebat Berbasis Digital di Era Pandemi”.

Sedangkan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kemenko Marves Odo Manuhutu mengatakan, dengan standarisasi produk dan kemasan yang baik, produk UMKM lokal bisa bersaing dengan produk ber merek asing di negeri sendiri.

“Hal itu membuat peluang bagi para pelaku UMKM yang memasarkan produknya secara digital menjadi lebih besar lagi,” ujarny. Seraya menambahkan, bahwa konsumen yang beralih dari barang ber merek ke barang barang yang lebih murah meningkat 3,3 kali lipat dari tahun sebelumnya