Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kemenkominfo) melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi telah berkalaborasi dengan Asososiasi E-Commerce (idEA) dalam hal pelaksanaan Pelatihan Digital untuk UMKM. Pelatihan digital ini diluncurkan di Jakarta pada Senin (5/10).

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate mengatakan program ini diluncurkan sebagai salah satu inisiatif dari pemerintah bersama dengan asosiasi e-commerce untuk membantu para pengusaha, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnisnya kembali setelah terkena dampak pandemi Covid-19.

“Pelatihan ini kami buat dengan memberikan 60 topik prlatihan yang diberikan secara online dan gratis agar para pelaku UMKM memiliki ilmu untuk mengembangkan kembali bisnisnya. Kita tahu setelah adanya Covid-19 membuat UMKM kita terpukul, makanya dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM agar bisa bergeliat kembali,” kata Johnny G Plate dalam konperensi pers usai peluncuran.

Johnny mengatakan, dalam pelatihan, selain memberikan materi yang dibutuhkan pelaku UMKM, juga menghadirkan pelatih atau pembicara yang berkompeten. Sementara durasi pelatihan mencapai 2,5 bulan mulai 5 Oktober hingga 12 Desember 2020.

“Di samping itu, pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan penggantian pulsa. Jadi boleh dikatakan, mereka pelaku UMKM tidak dibebani biaya ” ujar Menkominfo Johnny, yang didampingi Ketua Umum idEA Bima Laga.

Johnny berhsrap dengan adanya pelatihan ini para pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap onboarding saja, tapi lebih dari itu. diharapkan UMKM mampu mamanfaatkan ruang digital secara produktif hingga bisa melakukan perluasan usahanya.

“Kami juga melihat, dengan adanya pendekatan ini dapat mendorong nilai tambah, agar pelaku UMKM kita bisa bersaing dalam rantai nilai global,” kata Johnny.

Sementara itu, Ketua Umum idEA Bima Laga menjelaskan, program pelatihan ini mendapat sambutan yang baik dari pelaku UMKM. Hal ini terlihst dengan membludaknya pelaku UMKM yang mendaftar.

“Awalnya, kapasitasnya ada 2.500 pelaku usaha yang akan kita berikan pelatihan tapi ternyata mendaftar ada sebanyak 6.500 pelaku usaha. Ada kenaikan tiga kali lipat dan kita lihat betapa antusiasnya para UMKM untuk menantikan pelatihan ini,” katanya.

Dia membeberkan beragam materi akan diberikan kepada peserta pelatihan. Mulai dari Teknik Foto Produk dengan Smattphone, Strategi bisnis offline lokal ke go online hingga materi Teknik Copywriting yang menjual.

“Tebtunya para pengajarnya juga yang berkompeten dan pelatihan ini kami berikan secara gratis. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini bisa menjadi ajang moment yang hsrus benar benar dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” ujar Bima