Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di masa pandemi Covid-19. Beberapa program bantuan pun terus dilanjutkan dan menjadi program prioritas, seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Gaji. Kartu Pekerja. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.

Usai Sidang Kabinet Paripurna pada hari Senin (7/9) di Istana Negara, Jakarta, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo mengenai beberapa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah berjalan seperti PKH. Bansos Sembako untuk warga Jabodetabek, Bansos Tunai di luar Jabodetabek, Kartu Prakerja. Diskon Listrik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Investasi Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan BPUM.

Mengenai pengadaan vaksin, Menko.Perekonomian menyebut, bahwa beberapa perusahaan tengah bersiap. Salah satunya adalah Vaksin Merah Putih yang disiapkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama lembaga Eijkman.

“Kemudian Biofarma yang sudah melakukan kerjasama tadi dilaporkan juga terkait dengan Sinovac yang juga menyiapkan 290 juta dan juga dari G42 menyiapkan 30 juta di tahun ini,” kata Menko Airlangga.

Kementerian Kesehatan lanjut dia. juga akan menyiapkan untuk operasionalisasi dari vaksinasi yang diperkirakan bisa dimulai pada awal tahun nanti. “Untuk itu pemerintah sudah menyiapkan dana untuk tahun ini Rp 3,8 triliun dan tahun depan secara multi years ada Rp 37 triliun,” imbuh Airlangga dalam siaran pers (7/9).

Ia juga memaparkan, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, tercatat kasus yang terkonfirmasi sebanyak 194.109 kasus positif Covid-19 dengan jumlah sembuh 138 575 kasus.

“Recovery Rate kita 71,4%, lebih tinggi dari rata rata global. Sementara Case Fatality Rate Indonesia sebesar 4,1% dan terus menurun dari angka sebelumnya yang pernah diawal sempat 7-8%. Jadi bisa kita lihat, bahwa tingkat kesembuhan terus meningkat dan tingkat kematian terus menurun,” kata Airlangga.

Adapun Strategi Penanganan Covid-19 yang akan terus menjadi perhatian adalah dengan mengurangi penyebaran Covid-19 melalui gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).

Setelah kampanye Memakai Masker, pemerintah akan melanjutkan kampanye Menjaga Jarak mulai 7 September 2020 s/d 6 Oktober 2020 dengan tagline Ayo Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan. Kemudian kampanye Mencuci Tangan akan dilaksanakan tanggal 7 Oktober 2020 s/d 6 November 2020.

“Kampanye menjaga jarak dan menghindari kerumunan menjadi penting terutama karena akan diselenggarakannya Pilkada serentak pada 9 Desember nanti. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Aparat Hukum akan mengingatkan sesuai aturan yang sudah ada sehingga Pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Menko Airlangga.

Meski demikian, peningkatan fasilitas dan kapasitas layanan juga akan terus menjadi perhatian. “Ketersediaan layanan medis, baik itu Rumah Sakit maupun perawatan Rumah Sakit di Jakarta dan luar Jakarta semuanya dipersiapkan untuk melayani Covid-19 ini,” pungkas Airlangga