Program Kartu Prakerja merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM melalui pembekalan kompetensi kerja dan/atau kewirausahaan skilling) peningkatan kompetensi kerja dan/atau kewirausahaan (upskilling) dan alih kompetensi kerja (reskilling) bagi tenaga kerja di Indonesia.

Namun dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 , berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 dilakukan refocusing Program Kartu Pekerja menjadi program semi bantuan sosial (Bansos). Pasalnya banyak pekerja yang di PHK dan dirumahkan.

“Dengan demikian, Program Kartu Pekerja. juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial lewat insentif yabg diperbesar jumlahnya agar dapat membantu meringankan biaya hidup masyarakat yabg terdampak,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Susiwijono dalam acara Sosialisasi kebijakab Program Kartu Prakerja (Wilayah Barat II) di Bekasi (4/9).

Susiwijino mengatakan, pemerintah juga telah melakukan tata kelola program yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2020 sebagai penyempurnaan ketentuan yang sebelumnya diatur dalam Perpres Nomor 36 Tahun 2020. Sementara itu. Permenko Nomor 11 Tahun. 2020 menjadi acuann pelaksanaan Perpers tersebut. “Perubahan ini menjaga tata kelola. jadi secara akuntabilitas bisa dipertanggungjawabkan secara bersama sama,” ujarnya.

Sejak dimulai 11 April 2020, pendaftaran Program Kartu Prakerja mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yabg sangat tinggi untuk mengikuti program ini.

“Pendaftaran Program Kartu Prakerja di situs resmi www.prakerja.go.id samapi saat ini telah mencapai 15,9 juta orang pendaftar. Dari 6 gelombang pendaftaran telah ditetapkan 3 juta orang penerima Kartu Prakerja dari 34 provinsi se Indonesia. Sebanyak 849.921 orang telah menyelesaikan pelatihan pertamanya dan 610.562 orang telah menerima insentif,” tutur Susiwijono.

Selanjutnya dalam ekosistem Program Kartu Prakerja, sekarang terdapat 7 platform digital, 4 mitra pembayaran dan 165 lembaga pelatihan yang menyediakan lebih dari 2000 jenis pelatihan.

“Jumlah ini akan terus meningkat seiring bertambahnya mitra dan jenis pelatihan yang akan divalidasi Manajemen Pelaksana, dan juga akan dinamis berkembang sesuai perkembangan di lapangan,” kata Ses Kemenko Perekonomian itu.

Setelah berjalan sekitar 5 bulan ini, berdasarkan hasil dari survei evaluasi I (telah diliris pada 5 Agustus 2020) terhadap lebih 450.000 penerima Kartu Prakerja dapat disimpulkan, dari aspek penerima Kartu Prakerja sudah tepat sasaran. Karena sekitar 90% peserta adalah pengangguran serta merupakan pekerja informal dan pekerja terdampak Covid-19.

Dari aspek pelatihan, Kartu Prakerja tepat mutu, tepat harga dan juga tepat subtansi. Hal ini ditunjukkan 85 persen penerima menyatakan bahwa pelatihan yang diperoleh meningkatkan kompetensinya, baik itu skilling, resskilling, atau upskilling.

“Saya ingin mengajak semua stakeholders, untuk dapat saling bekerjasama dan bersinergi untuk meysuksuskan Poigram Kartu Prakerja. Utamanya Pemerintah Daerah (Pemda) selaku pemangku kepentingan di daerah yang berhadapan lanhsung dengan masyarakat terdampak,” kata Susiwijono.

Pemda lanjutnya. diharapkan dapat ikut membantu mensosialisasikan Program Kartu Prakerja di masing masing daerah memberikan fasilitasi bagi yang kesulitan infrastruktur, sarana digital maupun penyandang distabilitas supaya mereka dapat mendaftar maupun mengikuti pelatihan secara daring dan menyinergikan Kartu Prakerja dengan program Pemda lainnya.

Selanjutnya, dengan adanys ketentuan baru yaitu pendaftaran secara luring menuntut peran aktif Pemda yang nanti akan membantu masyarakat di daerahnya dalam melakukan pendaftaran Kartu Prakerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

“Saya berharap, melalui kegiatan Sosialisasi Kebijakan Program Kartu Prakerja dan memberikan penjelasan dan pemahaman bagi Pemda sehingga dalam implementasinya di daerah mampu menjalankan perannya mensukseskan program ini seoptimal mungkin. Sosialisasi ini adalah yang pertama dilalukan dan akan dilanjutkan ke daerah daerah lainnya,” pungkas Susiwijono