JAKARTA — Menghadapi dinamika dan restrukturisasi korporasi besar di lingkungan Pertamina Group,
Koperasi Tankers menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga melakukan lompatan
besar melalui digitalisasi layanan dan perkuatan tata kelola organisasi. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat
Anggota dan Konsolidasi Strategis yang dihadiri oleh jajaran pengurus, pengawas, serta perwakilan Suku
Dinas PPKUKM Wilayah Jakarta Utara.
Acara yang sarat makna kekeluargaan ini turut menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dukungan
penuh dari mitra perbankan seperti Bank Mandiri Pelindo serta orientasi pembinaan perkoperasian modern
yang transparan dan akuntabel.
Digitalisasi Koperasi: Menjawab Tantangan Zaman 2026
Salah satu poin krusial yang diangkat dalam arah pengawasan dan manajemen adalah percepatan program
digitalisasi koperasi. Memasuki periode 2026–2027, Koperasi Tankers menargetkan seluruh akses layanan
bagi anggota dapat dijangkau dalam dalam genggaman.
Transformasi Digital Anggota:
Ke depan, para anggota dapat memantau Sisa Hasil Usaha (SHU), melihat laporan neraca
keuangan, hingga mengakses informasi simpan pinjam secara real-time langsung melalui ponsel pintar masing-masing, menciptakan transparansi total antara pengurus dan anggota.
Dengan dukungan penuh dari Sudin PPKUKM Jakarta Utara yang disampaikan melalui perwakilannya,
langkah modernisasi ini dinilai sejalan dengan visi pengembangan koperasi mandiri yang adaptif terhadap
teknologi digital.
Kepatuhan Unit Usaha Simpan Pinjam (USP) dan Sertifikasi LSP
Aspek legalitas dan kepatuhan regulasi menjadi sorotan tajam berikutnya, khususnya terkait operasional Unit
Usaha Simpan Pinjam. Mengacu pada ketentuan dan fatwa regulasi perkoperasian yang berlaku, setiap
koperasi yang menyelenggarakan unit simpan pinjam wajib memastikan kelengkapan perizinan dan sertifikasi
pengurus.
“Koperasi yang menyelenggarakan unit simpan pinjam, pengurusnya harus sudah memiliki
sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang simpan pinjam. Ini penting agar tata kelola
berjalan di atas rel yang benar, saling menjaga dan saling melengkapi,” ungkap perwakilan PPKUKM
dalam sambutannya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh instrumen keuangan di dalam Koperasi Tankers
terlindungi dengan baik, akuntabel, serta memberikan rasa aman bagi seluruh anggota yang berpartisipasi.
Transparansi Proporsi Pembagian SHU & Rumah Tangga Organisasi
Menjawab pertanyaan dari para anggota terkait proporsi dan rumusan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU),
pihak manajemen dan pengurus menegaskan bahwa seluruh alokasi dana—mulai dari dana sosial, dana
pendidikan, hingga cadangan modal—telah diatur secara transparan dan akuntabel di dalam Anggaran
Rumah Tangga (ART) koperasi.
Selain itu, penataan struktur kepengurusan juga terus disempurnakan demi menjaga keseimbangan
organisasi yang solid, demokratis, dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari
seluruh anggota serta mitra strategis, Koperasi Tenger siap melangkah pasti menyongsong masa depan yang
lebih gemilang.
Recent Comments