Koperasi di Indonesia didorong untuk bertransformasi ke ranah digital dengan memanfaatkan marketplace dan platform e-commerce. Tujuannya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM, masyarakat desa, dan pelaku usaha muda.
Dorongan ini mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) dan Dialog Kebangsaan di Jakarta.
Pola Konvensional Tak Lagi Cukup
Ketua Dewan Pembina AMKI, Joao Angelo de Sousa, yang juga menjabat di PT Agrinas Pangan Nusantara, menilai koperasi modern tidak bisa lagi hanya bergantung pada cara usaha konvensional. Pengelolaan berbasis digital dinilai penting agar koperasi tetap relevan di era ekonomi digital.
Ia juga mengaitkan agenda go digital ini dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang diharapkan membuka ruang besar bagi generasi muda untuk berkreasi dan ikut memperkuat ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Koperasi dan Anak Muda
Ketua Umum AMKI, Frans Meroga Panggabean, berpendapat nilai-nilai koperasi seperti kebersamaan, ekonomi berbagi, dan kesetaraan sebenarnya sangat dekat dengan budaya anak muda saat ini. AMKI menargetkan koperasi tidak lagi dipandang kuno, melainkan sebagai pilar ekonomi masa depan yang modern, inklusif, dan berbasis gotong royong.
AMKI juga menegaskan pandangan bahwa koperasi semestinya menjadi arus utama perekonomian nasional, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Peran Koperasi dalam Program MBG
Dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menyoroti peran koperasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi, UMKM, pelaku usaha lokal, dan BUMDes menjadi prioritas dalam memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menambahkan, 2026 ditetapkan sebagai tahun kualitas, sehingga penataan SPPG difokuskan pada pemenuhan standar higienitas, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan.
Lima Satgas AMKI
Dalam Rakernas tersebut, AMKI membentuk lima satuan tugas yang masing-masing berfokus pada:
- Sosialisasi gerakan berkoperasi;
- Pengembangan kapasitas pengelola koperasi;
- Percepatan akses permodalan;
- Pengembangan usaha;
- Transformasi digital dan teknologi koperasi.
Sumber: Kompas.com
Recent Comments