Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengumumkan rencana membuka lima toko bahan pangan milik pemerintah kota dengan konsep yang mirip koperasi. Di toko ini, berbagai kebutuhan pokok akan dijual dengan potongan harga hingga 30 persen dibandingkan harga pasar.

Diskon untuk Semua Warga

Potongan harga berlaku untuk bahan pangan penting seperti buah dan sayur segar, daging, makanan laut, telur, susu, ayam, serta sekitar 20 kategori bahan pokok lainnya. Diskon ini bisa dinikmati semua warga New York tanpa melihat tingkat pendapatan.

Pemerintah kota juga menjanjikan harga yang stabil, sehingga warga tidak perlu khawatir harga berubah-ubah setiap minggu seperti di supermarket swasta.

Hemat Sekitar 1.000 Dollar AS per Tahun

Latar belakang program ini adalah lonjakan harga bahan makanan di Amerika Serikat yang tercatat naik sekitar 33 persen sejak 2019. Melalui toko milik pemkot, pengeluaran belanja rumah tangga diperkirakan bisa turun sekitar 15 persen, atau setara penghematan sekitar 90 dollar AS per bulan dan hampir 1.000 dollar AS per tahun.

Mamdani menegaskan bahwa belanja kebutuhan dapur semestinya tidak menimbulkan kecemasan bagi warga.

Anggaran dan Skema Pengelolaan

  • Pemkot mengalokasikan investasi sebesar 70 juta dollar AS (sekitar Rp 1,26 triliun);
  • Operasional harian diserahkan kepada operator ritel swasta yang dipilih melalui proses tender;
  • Operator wajib memberi upah dan tunjangan layak serta menjamin kebebasan pekerja untuk berserikat;
  • Warga diberi ruang untuk memberi masukan terkait operasional toko.

Dibangun di Wilayah yang Paling Membutuhkan

Jaringan toko bernama N.Y.C. Groceries ini menjadi bagian utama dari agenda keterjangkauan biaya hidup yang diusung Mamdani. Program ini menyasar lebih dari 40 persen keluarga di New York yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Toko pertama dijadwalkan dibuka akhir 2027 di Hunts Point, Bronx, kawasan di mana sekitar 77 persen rumah tangganya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kelima toko, satu di setiap borough termasuk di La Marqueta, East Harlem, ditargetkan beroperasi sebelum masa jabatan pertama Mamdani berakhir pada 2029.

Pemerintah kota menegaskan toko-toko ini hadir untuk melengkapi pasar pangan yang sudah ada, bukan untuk mematikan pedagang lain. Konsep ini menarik dicermati, karena semangatnya serupa dengan koperasi konsumen: menghadirkan harga terjangkau dan kepastian bagi masyarakat.

Sumber: Kompas.com