Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi menjajaki uji coba kerja sama dengan 20 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).

Langkah itu dilakukan untuk memperluas akses pembayaran serta memudahkan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengaktifkan kembali status kepesertaan.

Selain mendukung keberlanjutan program JKN, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito juga menyampaikan bahwa uji coba kolaborasi bersama 20 KKMP tersebut diharapkan dapat memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.

“Ada lebih dari 83.000 Koperasi Merah Putih di Indonesia yang berpotensi untuk diberdayakan menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan. Di Kota Bandung, 20 KKMP ini telah melewati proses kurasi awal dan analisis kelayakan hingga akhirnya ditetapkan menjadi lokus uji coba,” jelas Pujo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2026).

Seluruh KKMP tersebut, lanjut Pujo, harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya legalitas badan usaha, kepesertaan JKN internal, serta kesiapan infrastruktur.

Terdapat 3 model uji coba yang dikolaborasikan BPJS Kesehatan bersama 20 KKMP di Kota Bandung. Pertama, KKMP sebagai kanal pembayaran iuran peserta JKN (payment point online banking/PPOB).

Kedua, KKMP sebagai agen institusi atau agen mitra JKN yang melakukan pendataan, edukasi, serta pengaktifan kembali peserta JKN nonaktif.

Ketiga, KKMP sebagai kolaborator yang menghimpun serta menyalurkan dana dari berbagai sumber, seperti hasil usaha, corporate social responsibility (CSR), dan donasi untuk membayar iuran peserta JKN nonaktif.

Adapun KKMP yang bermitra dengan BPJS Kesehatan akan diberikan imbal jasa per transaksi dengan persentase tertentu sehingga berpotensi menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi koperasi.

“Kami juga mensyaratkan kepesertaan JKN aktif bagi KKMP yang hendak bermitra dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, para pengurus koperasi memiliki kepastian perlindungan jaminan kesehatan dan dapat mengakses layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan,” tutur Pujo.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa KKMP lebih memahami kebutuhan masyarakat karena tumbuh dari lingkungan masyarakat itu sendiri.

Ia berharap, kolaborasi KKMP dengan BPJS Kesehatan dapat mendorong pembangunan daerah menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat kelurahan.

“KKMP harus menjadi titik awal gerakan bersama untuk membangun masyarakat perkotaan yang lebih sehat dan kuat. KKMP juga harus memberi keuntungan bagi 151 anggota ataupun kepada masyarakat sekitar,” tegas Farhan.

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus menilai, kolaborasi BPJS Kesehatan dan KKMP mampu meningkatkan kesadaran anggota koperasi tentang manfaat jaminan kesehatan.

Kolaborasi keduanya juga memudahkan akses informasi masyarakat. Hal ini mengingat koperasi bukan hanya lembaga ekonomi rakyat, melainkan juga wadah pemberdayaan sosial. 

“Ini piloting yang bagus dan inspiratif. Koperasi bisa jadi mitra BPJS Kesehatan untuk menambah pendapatan koperasi karena ada imbal jasanya. Pengurus koperasi juga diharapkan bisa mendorong warga kelurahan jadi peserta BPJS aktif. Harapannya, hal ini bisa direplikasi di tempat lain, tidak hanya di Kota Bandung,” ujarnya.

Ketika tahap operasionalisasi sudah berjalan penuh, Panel Barus berharap, KKMP dapat mengembangkan gerai klinik dan obat dengan diarahkan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan begitu, koperasi dapat mendekatkan akses kesehatan ke masyarakat.