Pemerintah memastikan setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan mendapatkan dukungan fasilitas senilai Rp 3 miliar. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam Seminar KDKMP yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.
Yang perlu digarisbawahi, dana tersebut tidak dicairkan dalam bentuk uang tunai. Nilai Rp 3 miliar itu diwujudkan dalam bentuk aset fisik dan perlengkapan yang siap dipakai koperasi sejak hari pertama beroperasi.
Rincian Fasilitas yang Diterima Koperasi
Menurut penjelasan Zulhas, paket fasilitas untuk setiap Koperasi Merah Putih meliputi:
- Gedung seluas sekitar 600 meter persegi lengkap dengan perlengkapannya, sebagai pusat kegiatan koperasi;
- Satu unit truk untuk distribusi barang dan pengangkutan hasil pertanian;
- Satu unit mobil pikap untuk mengantar kebutuhan langsung ke rumah warga;
- Dua unit bentor (becak motor roda tiga) untuk distribusi di lingkungan desa.
Zulhas menegaskan bahwa seluruh aset tersebut adalah milik desa dan masyarakatnya, bukan milik pemerintah pusat ataupun pihak lain, karena pendanaannya bersumber dari desa.
Pendampingan Agrinas Selama Dua Tahun
Pada tahap awal, pengelolaan Koperasi Merah Putih akan didampingi oleh Agrinas selama dua tahun. Dalam masa pendampingan ini, setiap koperasi akan dibantu seorang manajer yang gajinya ditanggung negara melalui APBN.
Setelah sistem pengelolaan dinilai stabil, koperasi akan sepenuhnya dijalankan oleh masyarakat desa melalui pengurus yang dibentuk. Zulhas juga meminta agar pegawai koperasi, seperti petugas kebersihan dan penjaga, direkrut dari warga desa setempat. Dengan begitu, setiap koperasi diharapkan dapat menyerap sekitar lima hingga enam tenaga kerja lokal. Kepala desa dilibatkan dalam proses ini karena berperan sebagai ketua dewan pengawas koperasi.
Jalur Penyaluran Program Pemerintah
Selain menjadi pusat ekonomi desa, Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai saluran distribusi berbagai program pemerintah, antara lain:
- Bantuan pangan beras 10 kilogram bagi masyarakat desil 1–4, yang dikirim ke koperasi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM);
- Bantuan tunai yang akan diantarkan koperasi langsung ke rumah penerima;
- Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani.
Di sektor pertanian, Bulog juga dapat menyewa gudang koperasi untuk menyimpan gabah. Sementara itu, gabah petani yang belum terserap Bulog bisa dibeli oleh koperasi.
Target Pembangunan Gedung Koperasi
Pemerintah menargetkan sekitar 35.000 gedung Koperasi Merah Putih rampung tahun ini, dengan operasional yang dijadwalkan mulai berjalan pada September. Pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya hingga mencapai sekitar 60.000 unit, dengan dukungan TNI.
Zulhas mengakui bahwa membangun puluhan ribu gedung koperasi di seluruh desa merupakan pekerjaan besar yang bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun.
Sumber: Kompas.com
Recent Comments